Disaat yang sama H. Rumfot mengajak bapak/ibu Pejabat Pembuat Komitmen untuk membaca dan menelaah DIPA dengan baik dan sungguh-sungguh lalu mencatat, mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan terutama pada gaji pegawai dan tunjangan karena di tahun 2019 ada kelebihan dan kekurangan pada gaji dimaksud sehingga terjadi devisit anggaran.
Sebelumnyaada senyalemen bahwa ada perbedaan kualitas antara madrasah dibanding sekolah umum. Karena sebagian besar madrasah dikelola swasta 91,5 , yang negeri hanya 8,5 . Dengan prestasi tersebut berarti madrasah bisa disejajarkan dengan pendidikan di sekolah umum.
Moral generasi sekarang harus dijaga dengan mendidik anak-anak sekolah di madrasah," ajaknya. Kelebihan lainnya, katanya, madrasah mencetak generasi yang mempunyai ilmu manfaat dan penuh barokah. "Barokah ini sulit untuk dirasionalkan tetapi selama guru dan murid itu sama ikhlasnya akan meraih keberkahan," terangnya.
ReviewMadrasah Aliyah Negeri Genteng. 1 Reviews. Search. Pelajar. Banyuwangi - 19 Jul 2015 11:04. Lebih mempertimbangkan kualitas pelajar. Terlalu fokus kepada pembangunan gedung. Compensation & Benefits. Work/Life Balance. Career Opportunity. Culture & Values.
FikihPada Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin". Nama Elma Kamaliya, NIM 170102010388, telah diujikan dalam Sidang Tim Penguji Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin pada: Hari : 5.Kelebihan dan Kekurangan Internet Dalam
Pihaksekolah menuntut untuk adanya pelaporan perkembangan nilai siswa yang sedang belajar. Penyampaian informasi hasil nilai pembelajaran siswa disekolah kepada kepala sekolah masih kurang maksimal,terkait tentang perkembangan siswa pada bidang akademik, dan minat dan bakat pada dan guru masih berfokus pada hasil rapor siswa,dan masih kurang terbuka dalam melihat
MadrasahAliyah (MA), the specialization of the Religious sciences was developed in the form of study-specific subjects and there were also subjects that served as supporters such as the subjects of Islamic Cultural History. In this paper, the author analyzes the student manual for the subjects of Islamic Culture
jiwasiswa yang menerima kekurangan dan kelebihan dari masing-masing mereka satu sama lainnya, sehingga tercipta suasana saling menghargai perbedaan yang ada. Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta merupakan madrasah aliyah yang memiliki banyak keunggulan di bidang akademik maupun non akademik. Di tengah
28Maret 2020 - Sistem Belajar Jarak Jauh Menggunakan E-Learning Madrasah. 27 Januari 2019 - Ralat Pelaksanaan Simulasi 2 UNBK 2019. 27 Januari 2019 - Jadwal Pelaksanaan SNMPTN 2019. 22 Januari 2019 - Kegiatan Simulasi UAMBNBK 2019. 22 Januari 2019 - Kisi kisi Ujian Tahun Pelajaran 2018/2019.
MANadalah kependekan dari MADRASAH ALIYAH NEGERI, yaitu jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama.Pendidikan madrasah aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
6x1lo. ArticlePDF Available AbstractOne part of the subjects of national education is Islamic education. As for the grouping of Islamic teachings in the form of subjects in Madrasah ranging from Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, and Madrasah Aliyah MA, there are subjects devoted to religious specialization. At the level of Madrasah Aliyah MA, the specialization of the Religious sciences was developed in the form of study-specific subjects and there were also subjects that served as supporters such as the subjects of Islamic Cultural History. In this paper, the author analyzes the student manual for the subjects of Islamic Culture History class XI Scientific Approach Curriculum 2013 using an analytical study approach in terms of the order of subject matter in the book and the double movement hermeneutics study approach ala Fazlur Rahman. The results of this study explain that the SKI subjects have been elaborated with clear and detailed indicators, but the subject matter of the SKI has not provided an analysis description for the development of scientific insights of students in answering the actual problems, for example, the plurality that characterizes the Indonesian nation. Therefore, the SKI study must involve Fazlur Rahman's hermeneutic analysis and Nietzsche's critical history analysis to read past phenomena to build on current progress in accordance with the mandate of National Education System Law No. 20 of 2003. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 70 Vol. 2, No. 1, Januari – Juni 2018 ANALISA MATERI PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MADRASAH ALIYAH KELAS XI DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA Siti Masulah1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu Info Artikel Sejarah Artikel Diterima; Desember 2017 Disetujui; Januari 2018 Dipublikasikan; Maret 2018 Keywords Hermeneutics; islamic cultural history; the plurality of nations Abstract One part of the subjects of national education is Islamic education. As for the grouping of Islamic teachings in the form of subjects in Madrasah ranging from Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, and Madrasah Aliyah MA, there are subjects devoted to religious specialization. At the level of Madrasah Aliyah MA, the specialization of the Religious sciences was developed in the form of study-specific subjects and there were also subjects that served as supporters such as the subjects of Islamic Cultural History. In this paper, the author analyzes the student manual for the subjects of Islamic Culture History class XI Scientific Approach Curriculum 2013 using an analytical study approach in terms of the order of subject matter in the book and the double movement hermeneutics study approach ala Fazlur Rahman. The results of this study explain that the SKI subjects have been elaborated with clear and detailed indicators, but the subject matter of the SKI has not provided an analysis description for the development of scientific insights of students in answering the actual problems, for example, the plurality that characterizes the Indonesian nation. Therefore, the SKI study must involve Fazlur Rahman's hermeneutic analysis and Nietzsche's critical history analysis to read past phenomena to build on current progress in accordance with the mandate of National Education System Law No. 20 of 2003. © 2018 Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid 1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah NU Email sitimasulah74319 Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 71 PENDAHULUAN Sebagai negara yang paling majemuk baik dari segi sosio-kultural maupun geografis, Indonesia menjadi dapat menjadi contoh ideal dalam membangun pluralitas hidup bangsa. Sekarang ini, jumlah pulau di Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI sekitar pulau besar dan kecil, lebih dari 200 juta jiwa penduduk dengan 300 suku dan menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Demikian juga warganya menganut agama dan kepercayaan yang beragam. Dari cara pandang, tindakan dan wawasan setiap individu juga memiliki beragam pandangan dalam melihat fenomena sosial, budaya, ekonomi, politik dan hal-hal lainnya. Negara bangsa Indonesia terdiri atas sejumlah besar kelompok-kelompok etnis, budaya, agama dan lain-lain. Menurut Hefner, Indonesia memiliki wawasan dan tantangan pluraltas budaya lebih tampak. Dari sisi horizontal, ada kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan, sedangkan secara vertikal, ada perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam baca Nasikun, 2007. Dengan kondisi demikian, negara Indonesia sangat tepat sekali menjadikan prinsip bhinneka tunggal ika dalam tata kehidupan plural dari berbagai seginya Sapendi, . Sebagai bagian dari kegiatan hidup berbangsa dan bernegara, pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumberdaya manusia dalam menjawab realita pluralitas hidup bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari perwujudan dari cita-cita bangsa, kegiatan pendidikan dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 3, yaitu “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dengan tujuan pendidikan tersebut, pendidikan secara nasional dinyatakan berhasil jika peserta didik memiliki sikap yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat lahir dan batin, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, pendidikan nasional “berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.” Oleh sebab itu, fungsi pendidikan secara nasional tidak hanya membentuk perkembangan peserta didik dalam bidang jasmani dan rohani tetapi juga mengembangkan pribadi, kewarganegaraan, budaya dan kebangsaan Thalib & Bahrun, 2014. Salah satu bagian dari mata pelajaran dari pendidikan nasional adalah pendidikan Agama Islam yang secara substantif telah mengajarkan kesempurnaan dan berbagai panduan untuk dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari untuk mencapai tujuan kehidupan yang penuh kedamaian dan rasa aman. Oleh karena itu pengelompokkan ajaran agama Islam di dalam bentuk mata pelajaran di lingkungan Madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs, dan Madrasah Aliyah MA terdapat mata pelajaran yang dikhususkan untuk peminatan Keagamaan. Pada tingkat Madrasah Aliyah MA, peminatan ilmu-ilmu Keagamaan tersebut dikembangkan dalam bentuk kajian khusus mata pelajaran seperti a. Tafsir- Ilmu Tafsir, b. Hadits- Ilmu Hadits, c. Fiqih- Ushul Fiqih, d. Ilmu Kalam, e. Akhlak. Ada juga mata pelajaran yang berperan sebagai pendukung dalam proses pembekalan materi tersebut misalnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan juga mata pelajaran Bahasa Arab. Mulai tahun ajaran 2014-2015 seluruh Madrasah yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama RI diharapkan mulai siap melaksanakan Kurikulum 2013. Hal ini pun sudah diatur dalam Peraturan Menteri Agama PMA tentang Kurikulum 2013 yang berisi Kerangka Dasar Kurikulum Madrasah 2013, Standar Kompetensi Lulusan SKL, Standar Kompetensi Inti, Standar Kompetensi Dasar, Standar Proses dan Standar Penilaian. Sebagai panduan implementasi Kurikulum 2013, maka Kementerian Agama telah menyiapkan model silabus Pembelajaran PAI di Madrasah, dengan menerbitkan buku-buku pegangan baik untuk guru maupun siswa. Buku pedoman tersebut menjadi kebutuhan pokok dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 di Madrasah. Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menganalisis buku pedoman siswa untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas XI Pendekatan Saintifik Kurikulum Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 72 2013. Buku yang akan di analisa adalah buku terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan Kurikulum 2013 kaitannya dengan relevansi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk dari berbagai seginya. Dalam rangka mencari relevansi kajian mata pelajaran buku SKI tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan disamping menggunakan kajian Analisis dari Segi Urutan Materi Pelajaran di dalam Buku, juga menggunakan pendekatan kajian hermeneutika double movement ala Fazlur Rahman yang menjelaskan bahwa pembacaan teks termasuk sejarah seharusnya tidak hanya dibaca apa adanya tetapi harus dibaca spiritnya melalui cara kembali pada kondisi asli lahirnya teks dan kemudian ditarik spiritnya untuk dirumuskan pesan idealnya di masa kini Rahan, 1984. DESKRIPSI BUKU SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS XI MADRASAH ALIYAH Buku Sejarah Kebudayaan Islam yang akan di analisa adalah buku pedoman siswa untuk kelas XI Madrasah Aliyah. Buku ini diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku ini disusun oleh M. Husain Tuanaya, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah sebagai tim konstributor naskah, dan ditelaah oleh Hasibullah Satrawi dan Muhtadin, yang mana keduanya baik tim penyusun dan penelaah tetap berada di bawah koordinasi Kementerian Agama KEMENAG RI, 2015. Sebagaimana yang disebutkan dalam kaidah Ushul Fiqih, “ Ma la yatimmu al- wajib illa bihi fahuwa wajib” suatu kewajiban tidak menjadi sempurna tanpa adanya hal lain yang menjadi pendukungnya, maka hal lain tersebut pun ikut menjadi wajib. Begitu juga dengan perintah menuntut ilmu, maka secara tidak langsung juga terkandung perintah untuk menyediakan sarana-sarana pendukungnya, semisal buku bahan ajar. Buku pedoman baik yang untuk guru maupun siswa ada baiknya disusun dengan pendekatan ilmiah scientific approach yang telah dilakukan dengan berbagai proses tahapan. Dalam buku ini materi isi yang akan diajarkan di bagi menjadi dalam kurun waktu dua semester, semester 1 terdiri dari 4 bab dan semester 2 juga ada 4 bab materi pokok bahasan. Masing-masing materi pelajaran yang akan diberikan di kelas XI adalah sebagai berikut Semester I Bab 1 Proses Lahirnya dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. Silsilah Khalifah Bani Umayyah 1 2. Proses Lahir dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1 3. Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1 Bab II Khalifah-Khalifah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 1. 14 Khalifah Bani Umayyah 1 yang Berkuasa 2. Khalifah-Khalifah Bani Umayyah yang Terkenal 3. Kebijakan-Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 Damaskus Bab III Perkembangan Peradaban Bani Umayyah 1 Damaskus 1. Proses Kodifikasi Hadits Masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. 2. Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Umayyah 1 3. Peradaban yang Tumbuh pada Masa Bani Umayyah 1. Bab IV Masa Kelemahan sampai Runtuhnya Bani Umayyah 1 Damaskus 1. Faktor-Faktor Penyebab Mundurnya Bani Umayyah 1. 2. Faktor-Faktor Pemicu Munculnya Pemberontakan. 3. Kelebihan dan Kekurangan Bani Umayyah 1. 4. Proses Runtuhnya Bani Umayyah 1 di damaskus. Semester II Bab V Proses Lahirnya dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Abbasiyah 1. Proses Lahirnya Abbasiyah. 2. Fase-Fase Pemerintahan Bani Abbasiyah. Bab VI Khalifah-Khalifah Abbasiyah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Abbasiyah 1. Khalifah-Khalifah Abbasiyah yang Terkenal. 2. Kebijakan Khalifah Bani Abbasiyah. Bab VII Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Abbasiyah 1. Suasana Tumbuhnya Peradaban Ilmu Pengetahuan Masa Abbasiyah. 2. Bentuk Peradaban Hasil Riset dari Para Ahli dan Tokoh-Tokohnya. 3. Pusat-Pusat Peradaban Masa Bani Abbasiyah. 4. Pengaruh Peradaban Islam terhadap Dunia Barat. Bab VIII Proses Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Abbasiyah a. Faktor Penyebab Munculnya Pemberontakan Masa Abbasiyah. Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 73 b. Faktor Penyebab Runtuhnya Bani Abbasiyah. Pada masing-masing babnya terdapat banyak sekali proses pembelajaran mulai dari pengamatan, perenungan, menghubungkan dan menalar, mengambil ibrah dan pembelajaran, hal ini dipermudah dengan adanya peta konsep untuk menambah wawasan pada masing-masing bahasan tiap semesternya. Kegiatan tersebut di akhiri dengan asah kompetensi dengan menjawab beberapa pertanyaan untuk menguji sejauh apa pemahaman siswa akan pembahasan di bab tersebut. Peta konsep yang disajikan di buku ini adalah sebagai berikut Semester I Bani Umayyah 1 a. Latar belakang lahirnya. b. Proses lahirnya. c. Kebijakan khalifah. d. Khalifah-khalifah yang memerintah. e. Khalifah yang terkenal. f. Perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. g. Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan. h. Pusat-pusat peradaban. i. Faktor-faktor penyebab runtuhnya. j. Proses runtuhnya. Semester II Bani Abbasiyah a. Latar belakang lahirnya. b. Proses lahirnya. c. Khalifah-khalifah yang memerintah. d. Khalifah yang terkenal. e. Kebijakan khalifah. f. Perkembangan peradaban ilmu pengetahuan. g. Tokoh-tokoh ilmu pengetahuan. h. Pusat-pusat peradaban. i. Pengaruh peradaban Islam terhadap dunia Barat. j. Faktor-faktor penyebab runtuhnya. PEMBAHASAN Kajian Analisis dari Segi Urutan Materi Pelajaran di dalam Buku Untuk melakukan proses analisa tersebut pada masing-masing bab dan materi pelajaran yang terdapat di buku SKI kelas XI ini, maka juga harus dipertimbangkan dari segi Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang sesuai dengan Keputusan Menteri Agama KMA No. 165 Tahun 2014 sudah terpenuhi atau belum. Berdasarkan uraian tersebut, berikut akan dilakukan analisis pada setiap bab dan materi dalam buku SKI kelas XI sebagai berikut Tabel 1. Semester Ganjil Menghayati dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menyadari bahwa kekuasaan adalah amandah dari Allah SWT Menyadari bahwa dalam perjuangan ada fase-fase yang harus dilewati Meyakini bahwa berdakwah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat adalah kewajiban setiap muslim. Meyakini bahwa ilmu pengetahuan adalah bekal penting bagi manusia untuk meraih kesuksesan. Menyadari bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan berbagai macam potensi sehingga mampu menciptakan peradaban. Mensyukuri nikmat Allah SWT berupa kekayaan peradaban yang diraih umat Islam Bab 1 Proses Lahirnya dan Fase- Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. Silsilah Khalifah Bani Umayyah 1. 2. Proses Lahir dan Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah 1. 3. Fase-Fase Pemerintahan Bani Umayyah a. Fase berdiri, pembentukan dan pembinaan. b. Fase kemajuan. c. Fase lemah sampai runtuhnya Materi yang disampaikan di dalam buku cukup menggambarkan sinopsis tentang fase awal dari Bani Umayyah di Damaskus secara ringkas dan jelas langsung pada pokok pembahasan Mengembangka n perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerja sama, cinta damai, responsif dan Membiasakan sikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari sebagai inplementasi dari pemahaman mengenai proses lahirnya Bani Umayyah di Damaskus. Bab II Khalifah-Khalifah yang Terkenal dan Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 1. 14 Khalifah Bani Umayyah 1 yang Berkuasa. 2. Khalifah-Khalifah Materi yang disampaikan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang berbagai keberhasilan- keberhasilan yang telah dicapai Bani Umayyah Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 74 aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Meneladani perilaku mulia dari Khalifah Bani Umayyah Damaskus sebagai implementasi dari pemahaman mengenai dinasti Bani Umayyah di Damaskus. Menunjukkan sikap dinamis sebagai implementasi dari pemahaman tentang keberhasilan Bani Umayyah di Damaskus. Mencintai ilmu pengetahuan yang ditunjukkan dengan semangat belajar yang maksimal. Memiliki sikap semangat mengembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman tentang pusat-pusat peradaban Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah Damaskus. Menghargai karya orang lain sebagai implementasi dari pemahaman tentang Bani Umayyah yang Terkenal. a. Prestasi khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan. b. Prestasi khalifah Marwan bin Hakam. c. Prestasi khalifah Walid bin Abdul Malik d. Prestasi khalifah Umar bin Abdul Aziz. 3. Kebijakan- Kebijakan Pemerintahan Bani Umayyah 1 Damaskus. di Damaskus. Mampu mempresentasikan tentang perkembangan ilmu dan kemajuan peradaban pada masa itu. Pada penyampaian materi di bab ini kekurangannya adalah pembahasan langsung pada prestasi masing-masing khalifah tanpa ada pendahuluan seperti a. Profil khalifah. b. Proses pengangkatan. Model bentuk kepemimpinan. Analisa dari perspektif hermeneutik dalam Relevansi Dalil Ayat atau Hadits yang digunakan dalam Materi. Karena buku yang di analisa adalah buku Sejarah Kebudayaan Islam SKI, jadi di dalam materi-materi yang disampaikan hanya berkisah seputar kejadian masa lampau. Sementara itu, prinsip pendidikan bertujuan untuk memberikan orientasi ke masa depan, sehingga materi SKI seharusnya juga memberikan analisis pada manfaat bagi pengembangan keilmuan dan daya saing peserta didik. Oleh sebab it u, M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, dalam sejumlah kesempatan menegaskan bahwa perbedaan antara sekolah/universitas dan museum, yakni kalau museum adalah melihat ke masa lalu, puing-puing sejarah masa lalu apa adanya tanpa pemaknaan baru untuk kepentingan masa kini, sehingga tidak ada inovasi baru di dalam museum. Sebuah anak bangsa tidak boleh terlena dengan kemajuan dan kejayaan masa lalu, sebab hal itu bagian dari sejarah, itu kejayaan mereka di masa lalu, tetapi yang harus dilakukan anak bangsa adalah bagaimana membuat sejarah baru dengan kesuksesan diri anak bangsa yang hidup pada zamannya. Salah satu contohnya, orang Makassar misalnya tidak boleh terus menerus membanggakan kehebatan kapal Pinisi, kapal buatan orang Bugis terbuat dari kayu namun sangat kuat untuk digunakan sebagai pengangkut barang, sedangkan saat ini untuk mengangkut kontainer, telah terbuat kapal yang mempunyai teknologi canggih. Dengan demikian, anak bangsa ini dengan adanya sekolah atau universitas harus mampu membuka wawasan dan ilmu yang melihat ke masa depan, bukan ke masa lalu Abdullah & Bella, 2015. Dengan demikian, sekolah harus memiliki visi ke masa depan yang harus dipenuhi oleh inovasi dan daya saing, sehingga materi pelajaran harus selalu diperbaharui sesuai dengan kebutuhan zaman agar materi pelajaran mampu memberikan pencerahan bagi peserta didik sehingga bisa meningkatkan kemampuan inovasi dan daya saing. Dengan demikian, tujuan dari materi-materi Sejarah Kebudayaan Islam dimaksudkan untuk membuat peserta didik dapat mengetahui dan memahami, meneladani serta dapat mengambil ibrah dan pembelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi untuk kepentingan inovasi dan daya saing dalam menghadapi persaingan global yang kompetitif. Dari segi analisa hermeneutika, dalam buku ini yang menjadi salah satu kekurangannya Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 75 adalah tiap-tiap materi yang disampaikan meskipun cukup mudah dipahami karena ringkas dan jelas, tidak menyertakan dalil baik berupa ayat al-Qur’an maupun hadits sebagai pendukung materi dalam setiap pembahasannya, sehingga untuk mempertajam materi analisis dan memperkuat landasan pembacaan ideal moral setiap peristiwa belum bisa dilakukan secara optimal. Dengan meminjam bahasa Khaled Abou El Fadl dalam karyanya yang berjudul Speaking in God’s Name Islamic Law, Authority, and Women, penulis dapat menerangkan bahwa jika pembahasan sejarah tidak dilakukan secara kritis, maka pembacaan terhadap peradaban masa lalu menjadi otoriter, sedangkan yang dibutuhkan untuk membaca sejarah kebudayaan Islam adalah pembacaan kritis berdasarkan dalil-dalil otoritatif, yakni al-Qur’an dan hadis. Oleh sebab itu, pembacaan sejarah kritis terhadap sejarah kebudayaan Islam diharapkan mampu membongkar wacana dogmatis pendidikan agama Islam, misalnya bidang sejarah kebudayaan Islam terutama masalah doktrin khilafah negara Islam yang dipahami kaum Muslim fundamentalis seperti Jamaah Islamiyah sebagai doktrin, sehingga dengan demikian, paradigma doktrinal itu harus diubah dan harus diposisikan sebagai hasil ijtihad manusia yang relatif. Implikasinya, jika paradigma ijtihad itu diubah dalam memahami sistem khilafah itu, maka sistem khilafah itu bukan lagi diposisikan sebagai doktrin, tetapi hal itu adalah hasil ijtihad/pembacaan dari produk sejarah kebudayaan Islam masa lalu yang saat ini harus dikaji ulang dan dipahami ulang secara kritis dalam kehidupan modern dan demokratis di masa kini berdasarkan dalil-dalil otoritatif, yakni al-Qur’an dan hadis El Fadl, 2003. Dalam pembacaan kritis ini, pluralitas pemahaman keislaman dapat terwujud yang mana hal itu sangat relevan di Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI yang sangat majemuk. Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote tampak berjajar pulau-pulau dengan komposisi dan kontruksi yang beragam. Di pulau-pulau tersebut berdiam penduduk dengan ragam suku bangsa, bahasa, budaya, agama, adat istiadat, dan keberagaman lainnya ditinjau dari berbagai aspek. Secara keseluruhan, pulau-pulau di Indonesia berjumlah buah pulau besar dan kecil Sekretariat Jenderal MPR-RI, 2012. Berdasarkan analisis tersebut, kajian ini dapat memberikan sumbangan terhadap pembangan mata pelajaran Ilmu Sejarah Kebudayaan Islam di lingkungan Madrasah Aliyah yang dapat diuraikan sebagai berikut a. Mata Pelajaran SKI seharusnya tidak hanya memaparkan kondisi empiris yang terjadi di masa lampau, tetapi ada pemaknaan yang aktual untuk kepentingan masa kini, misalnya di dalam pelajaran pesantren atau madrasah, ada materi ihya’ al-mawat menghidupkan tanah tak bertuan di dalam kitab kuning hanya sekedar itu maknanya tidak dikaitkan dengan kondisi aktual saat ini untuk kepentingan pembukaan lahan sejuta hektar untuk kepentingan masyarakat, izin penggunaan lahan PTPN atau hutan lindung. Demikian juga materi Dlaman tapi tidak pernah diaktualkan dengan bank garansi. b. Secara garis besar, mata pelajaran SKI seharusnya tidak terlalu fokus pada persoalan perang yang pernah dilakukan Nabi SAW, sahabat dan penerusnya tetapi seharusnya bisa memaknai apa rahasia di balik adanya perang itu dan alasan apa yang melatarbelakangi perang tersebut, sehingga hal itu bisa menjadi pelajaran untuk kemajuan umat Islam, apa sekedar untuk berkuasa penaklukan sebuah wilayah atau ada misi dakwah. Kenapa selama masa Nabi SAW dan para sahabat peperangan atau penaklukan yang telah dilakukan itu lebih banyak berhasilnya daripada gagalnya?. c. Mata pelajaran SKI hingga kini belum pernah memberikan ulasan yang sangat detail dan jelas, mengapa dinasti Umayyah dan Abbasiyah yang dinilai sebagai sebuah negara dinasti super power pada masa itu dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya yang tidak tertandingi pada saat itu hingga jatuh dan runtuh, maka pasti akan memunculkan pertanyaan besar, mengapa peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak mampu bangkit lagi sedahsyat yang pernah dimiliki Islam dan memenangkan persaingan peradaban pada masa sekarang, bahkan ironisnya hingga kini Timur Tengah sebagai pusat peradaban Islam yang pernah maju masihberkecamuk dalam perang saudara. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kondisi ini harus kita pikirkan lebih Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 76 lanjut, dengan mengambil sampel Jepang, tahun 1945 pernah hancur lebur dengan adanya bom Hiroshima dan Nagasaki sama dengan Indonesia tahun 1945 sama-sama baru mulai mengikrarkan diri merdeka, tapi kenapa kemudian Jepang lebih maju walaupun start-nya sama. Bisa jadi ini dikarenakan peradaban ilmu pentegahuan dan teknologi dari orang-orang Jepang sudah maju pada saat itu, sedangkan Indonesia pada waktu itu masih banyak yang buta huruf. Sebagai rekomendasi, harus bagaimana dan dari mana kita memulai untuk membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing ke depan di Indonesia? Mata pelajaran SKI seharusnya bisa meminjam teori Double Movement teori gerakan ganda dari Hans George Gadamer yang sudah pernah dipraktikkan oleh Fazlur Rahman dalam melakukan reaktualisasi nilai-nilai ajaran Islam dalam menjawab realitas modern lewat proses pemahaman teks dengan melibatkan pencipta teks tersebut. Karena itu, teori yang tepat untuk melakukan analisis sejarah adalah teori Nietzsche dimana bukan hanya menggunakan analisis sejarah monumental yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan alat untuk mencapai pengetahuan kebanggaan masa lalu atau bahkan kekuasaan saja. Namun demikian, tujuan mendapatkan pengetahuan pun bukan hanya sebatas untuk sekedar tahu saja, tapi lebih kepada untuk mencapai tujuan kebenaran dari pengetahuan yang relevan dengan kepentingan aktual, sehingga analisisnya bisa menggunakan analisis sejarah kritis dari Nietzsche. Pembahasan dalam setiap bab pembahasan materi yang disampaikan disertakan seharusnya juga ada dalil ayat al Qur’an maupun hadits yang mendukung pembahasan materi-materi tersebut, sehingga hasil pembahasan keilmuannya bisa bersifat otoritatif, bukan otoriter. Salah wujud otentik –ala Khalid El-Fadl-dari pembacaan ijtihad terhadap sejarah kebudayaan Islam terutama masa Nabi Muhammad saw adalah gerakan dakwah yang dilakukan para walisongo dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara, mereka ibarat danau yang memiliki kerohanian mendalam, pemikiran dan hati yang jernih, yang siap mengaliri dan memberikan kedamaian rohani kepada masyarakat sebagaimana dakwah Nabi Muhammad saw yang mengedepankan kedamaian dan kejernihan pikiran dan hati Siroj, 2014. Dengan meminjam bahasa Hasan Hanafi, bagaimana sifat-sifat Allah swt Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat diterjemahkan dalam tata pergaulan kehidupan budaya masyarakat dan bangsa, sehingga terwujud tata kehidupan budaya yang damai, toleran, dan sejahterah Hanafî, 2015. KESIMPULAN Buku Sejarah Kebudayaan Islam ini disusun dalam rangka untuk memberi kemudahan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Buku ini juga tentunya perlu pengembangan, perbaikan, pembaharuan mutakhir sesuai dengan dinamika perubahan zaman. Karena buku ini nantinya menjadi salah satu pendukung pokok peserta didik dalam proses belajar maka kualitas isi buku harusnya jadi prioritas. Isi tanpa ada ulasan-ulasan hikmah dan rahasia apa yang terjadi, tetapi seharusnya sudah mulai dipaparkan hikmah dan rahasia apa yang terjadi dari peristiwa itu, lebih-lebih kalau kemudian ditambah dengan relevansinya dengan pembangunan peradaban umat Islam atau bangsa yang majemuk di masa kini, sehingga materi pelajaran SKI itu tidak hanya sekadar sebagai ilmu sejarah murni tetapi juga telah memberikan sumbangan bermakna bagi pembangunan tata kehidupan peradaban umat Islam di masa kini. Di samping itu, materi pelajaran SKI tersebut pada kenyataannya juga masih ada beberapa kesalahan dalam hal penulisan dan tata bahasa. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Husain, dan Burhanuddin Bella eds, 74 Kumpulan Pidato Pilihan M Jusuf Kalla 2014-2015 Satu Digit, Jakarta Buku Republika, 2016. El Fadl, Khaled Abou, Speaking in God’s Name Islamic Law, Authority, and Women, Oxford Oneworld Publications, 2003. Hanafî, Hasan, Min al-Aqîdah ila al-Tsaurah, Kairo Maktabah Madbulah, Kalla, M Jusuf, Tinggalkan Sejarah Kejayaan, Buat Sejarah Baru, diakses 22 Februari 2017. Pimpinan MPR dan Tim Kerja Sosialisasi MPR Periode 2009-2014, Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Sekretariat Jenderal MPR-RI, 2012. Rahman, Fazlur, Islam and Modernity Transformation of an Intellectual Siti Masulah / edureligia Vol. 2, No. 1, 2018 77 Tradition, Chicago dan London The University of Chicago Press, 1984. Rahman, Fazlur, Islamic Methodology in History, Karachi Central Institute of Islamic Research, 1965 Said, As’ad Ali, Al-Qaeda Tujuan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, Jakarta LP3ES, 2014. Sapendi, “Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Pendidikan Tanpa Kekerasan”, RAHEEMA Jurnal Studi Gender dan Anak. Siroj, Said Aqil, Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddin, Jakarta LTNU, 2014. Thalib dan Bahrun, “Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 Palu”, ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah, ISSN 2338-025X Vol. 2, No. 1 Januari-Juni 2014. Tuanaya, M. Husain, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah Kontributor, Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam, Pendekatan Sainstifik Kurikulum 2013, Jakarta Kementerian Agama RI, 2015. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Fazlur, Islamic Methodology in HistoryTradition, Chicago dan London The University of Chicago Press, 1984. Rahman, Fazlur, Islamic Methodology in History, Karachi Central Institute of Islamic Research, 1965Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 PaluSiroj, Said Aqil, Islam Sumber Inspirasi Budaya Nusantara Menuju Masyarakat Mutamaddin, Jakarta LTNU, 2014. Thalib dan Bahrun, "Implementasi Pendidikan Multikultural Dalam Menciptakan Suasana Kondusif di SMA Negeri 3 Palu", ISTIQRA, Jurnal Penelitian Ilmiah, ISSN 2338-025X Vol. 2, No. 1 Januari-Juni 2014. Tuanaya, M. Husain, Miftachul Ula, Mariyah Ulfah Kontributor, Buku Siswa Sejarah Kebudayaan Islam, Pendekatan Sainstifik Kurikulum 2013, Jakarta Kementerian Agama RI, 2015.
MADRASAH ALIYAHAnda baru saja lulu dari jenjang sekolah menengah pertama dan ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya? Madrasah Aliyah MA dapat menjadi Kelebihan Meneruskan Sekolah di Madrasah AliyahMadrasah Aliyah MA merupakan salah satu lembaga pendidikan islam yang ada saat ini. Jika melihat perkembangannya sekarang, maka MA juga tidak kalah saing dengan sekolah sederajat lainnya. Bahkan di beberapa kota, MA juga menjadi salah satu sekolah favorit bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikannya. Lantas apa saja kelebih dari MA ini?Siswa Memperoleh Pendidikan Umum + Agama Kelebihan pertama dari jenjang sekolah ini adalah siswa akan diberikan pendidikan umum dan juga pendidikan agama. Persentase masing-masing pendidikan ini tentunya sama besar, sehingga diharapkan adanya keseimbangan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama yang diperoleh Lebih Dekat Tentang Islam Sebagaimana dikatakan sebelumnya bawah Madrasah Aliyah merupakan lembaga pendidikan islam yang ada saat ini. Oleh sebab itu, melalui Madrasah ini setiap peserta didik memiliki kesempatan lebih baik untuk mengenal Karakter Anak Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Hadis Kelebihan selanjutnya dari MA adalah dapat membentuk karakter anak sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Harapannya anak yang telah lulu dari bangku MA ini dapat menjadi pribadi muslim yang memiliki akhlak sesuai dengan ajaran islam.
Apa Itu Madrasah Aliyah – Teknologi madrasah sebagai nama lembaga pendidikan Islam belakangan ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dimana tingkatan madrasah di dalam dunia sekolah Indonesia sendiri terbagi menjadi beberapa kelas, salah satunya yaitu Madrasah Aliyah MA.Secara garis besarnya, MA merupakan satu tingkatan atau jenjang pendidikan setara dengan Sekolah Menengah Atas SMA yang berada di bawah koordinasi Depdiknas atau Kementrian Agama. Jika dilihat dari segi jenjang kelas dalam waktu tempuh di MA, sebenarnya sama saja seperti SMA pada Itu Madrasah Aliyah?Tujuan Madrasah AliyahJurusan di Madrasah AliyahKelebihan Madrasah Aliyah1. Mendapatkan Pengetahuan Umum dan Agama2. Mengenal Lebih Dekat Tentang Islam3. Membentuk Karakter Anak Sesuai Ajaran Agama IslamKekurangan Madrasah Aliyah1. Sekolah di MA Lebih Menyita Waktu2. Waktu bermain Siswa Lebih SedikitKesimpulanNamun sayangnya, masih ada cukup banyak orang di luar sana mengeluhkan bahwa mereka belum benar-benar memahami tentang jenjang pendidikan tersebut. Hal ini tentunya menjadikan sebagian orang belum merasa percaya secara penuh tentang Islam setara SMA dari itu, apabila diantara kalian ingin melanjutkan jenjang sekolah di Madrasah Aliyah, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu seluk beluknya. Untuk membantunya, kali ini kami akan menjelaskan mengenai apa itu Madrasah Aliyah mulai dari pengertian, tujuan, daftar jurusan hingga kelebihan beserta pembahasan berlanjut mengenai apa tujuan dan apa saja jurusan yang tersedia di Madrasah Aliyah, sebaiknya pahami terlebih dahulu sekilas pengertiannya. Secara garis besarnya, Madrasah Aliyah atau biasa disingkat MA merupakan jenjang sekolah formal di Indonesia yang setara dengan sekolah setingkat dengan SMA ini dikelola secara langsung oleh pemerintah Indonesia di bawah koordinasi Kementrian Agama. Sama halnya seperti SMA pada umumnya, pendidikan di MA mempunyai masa studi tiga tahun bagi para peserta didik, mulai dari kelas 10/X hingga kelas 12/ diketahui, pada dasarnya kurikulum MA sama dengan kurikulum SMA, hanya saja pada jenjang madrasah ini terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Selain itu, MA juga termasuk program wajib tidak belajar pemerintah, sebagaimana siswa SD atau sederajat 6 tahun dan SMP atau sederajat 3 Madrasah AliyahSetelah mengetahui apa itu Madrasah Aliyah, maka selanjutnya kalian tinggal mencari tahu apa saja tujuan diterbitkannya lembaga belajar mengajar tersebut. Seperti sudah disinggung di awal, MA merupakan satuan pendidikan dalam jenjang sekolah menengah dalam bentuk sekolah menengah umum yang berciri khas agama lama masa belajar di MA sendiri yaitu 3 tahun setelah Madrasah Tsanawiyah atau setelah sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ataupun satuan pendidikan yang setara. Sekolah MA sendiri mempunyai beberapa tujuan ataupun fungsi di dunia pendidikan sekolah di Indonesia, diantaranya yaitu seperti berikut ilmu pengetahuan peserta didik guna melanjutkan pada jenjang lebih pengetahuan siswa untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta kesenian yang dijiwai ajaran agama kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial dan budaya serta alam sekitarnya yang dijiwai sesuai dengan ajaran dalam penerapannya, isi kurikulum Madrasah Aliyah merupakan susunan bahan kajian serta pelajaran untuk mencapai tujuan MA dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dengan kata lain, beberapa kurikulum di MA tersebut diwujudkan sebagai ciri khas agama di Madrasah AliyahKurang lengkap rasanya apabila sudah mengetahui apa itu Madrasah Aliyah dan apa saja tujuannya, namun kalian tidak mengetahui apa saja jurusan-jurusan yang ditawarkan kepada para peserta didik. Dimana MA sendiri menyelenggarakan pendidikan pada 4 jurusan, diantaranya yaitu seperti di bawah Pengetahuan Pengetahuan sudah dijelaskan sebelumnya, sebenarnya kurikulum MA sama dengan kurikulum di SMA, hanya saja porsi pembelajaran mengenai pendidikan agama Islam di MA jauh lebih banyak. Selain itu, terdapat juga beberapa mata pelajaran tambahan yang diajarkan kepada peserta didik dari itu, sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melanjutkan jenjang sekolah di Madrasah Aliyah, di bawah ini akan kami berikan beberapa daftar mata pelajaran di jenjang pendidikan PancasilaPendidikan Agam IslamAl Quran dan HadistAqidah dan AkhlaqFiqihSejarah Kebudayaan IslamBahasa ArabPendidikan KewarganegaraanBahasa dan Sastra IndonesiaSejarah Nasional dan UmumMatematikaPengetahuan AlamPengetahuan SosialBahasa InggrisBahasa ArabJasmani dan KesehatanSeniKelebihan Madrasah AliyahDi atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai apa itu Madrasah Aliyah mulai dari pengertian, tujuan hingga fungsi beserta apa saja jurusannya. Apabila melihat perkembangannya hingga sekarang, maka MA sebenarnya juga tidak kalah saing dengan sekolah sederajat lagi, di beberapa kota MA juga menjadi salah satu sekolah favorit bagi peserta didik yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya. Maka dari itu, di bawah ini akan kami berikan beberapa keunggulan MA yang menjadikan sebuah alasan kenapa MA patut untuk Mendapatkan Pengetahuan Umum dan AgamaSalah satu kelebihan mendapatkan pembelajaran di jenjang MA yaitu siswa akan diberikan pendidikan umum serta agama Islam. Adapun persentase masing-masing pengetahuan tersebut pastinya sama besar, sehingga diharapkan terdapat keseimbangan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama yang didapatkan peserta Mengenal Lebih Dekat Tentang IslamSesuai dengan namanya, Madrasah Aliyah merupakan sekolah Islam yang ada di Indonesia hingga saat ini. Maka dari itu, melalui MA tersebut setiap siswa mempunyai kesempatan lebih baik dalam mengenal lebih dekat tentang agama Membentuk Karakter Anak Sesuai Ajaran Agama IslamKeunggulan MA terakhir yaitu bisa membentuk karakter anak sesuai dengan ajaran agama Islam, entah itu dari Al Quran maupun Hadist. Ketika siswa lulus dari bangku MA, maka mereka diharapkan bisa menjadi pribadi muslim dengan akhlak sesuai ajaran agama Madrasah AliyahMeskipun jenjang MA setara SMA ini mempunyai cukup banyak keunggulan, namun tetap saja bahwa sekolah ini memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan yang perlu diperhatikan. Buat kalian yang bertanya-tanya apa saja kekurangannya, simak baik-baik penjelasannya di bawah Sekolah di MA Lebih Menyita WaktuKetika memutuskan untuk menyekolahkan anak di MA, maka kalian harus siap bahwa anak akan pergi dari pagi dan pulang sore setiap harinya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya selain mendapatkan pendidikan formal, peserta didik MA juga akan diberikan mata pelajaran tambahan tentang ajaran agama Waktu bermain Siswa Lebih SedikitKemudian kekurangan menempuh jenjang sekolah di MA yaitu waktu bermain siswa atau peserta didik akan jauh lebih sedikit. Akan tetapi, sebenarnya hal ini akan menguntungkan bagi para orang tua, sebab anak-anak akan lebih memanfaatkan waktunya untuk sekiranya penjelasan dari seputar apa itu Madrasah Aliyah mulai dari pengertian, tujuan dan fungsi, daftar jurusan hingga kelebihan beserta kekurangannya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika ingin melanjutkan jenjang pendidikan di gambar