Dan aku akan lebih tidak perduli. Aku mau hidup seribu tahun lagi. (Chairil Anwar) Maret 1943. a. Jenis Puis. Puisi Aku termasuk jenis puisi lirik, yaitu puisi yang berisi luapan batin individu atau penyairnya dengan segala macam endapa, pengalaman,sikap maupun suasana batin sang penyair. b. Analisis dan Gaya Bahasa. Saking seringnya Thukul --yang dulu bernama Widji Widodo-- menjerit-jerit “Aku mau hidup seribu tahun lagi,” Suparno yakin betul Aku adalah puisi favorit dia. Maka pujangga Chairil Anwar yang lahir 41 tahun sebelum Thukul, dan wafat 14 tahun sebelum Thukul lahir, menjadi salah satu sumber inspirasi Thukul --yang kemudian tumbuh menjadi Perasaan berhubungan dengan suasana hati penyair. Dalam puisi ´Doa´ gambaranperasaan penyair adalah perasaan terharu dan rindu. Perasaan tersebut tergambar dari diksiyang digunakan antara lain: termenung, menyebut nama-Mu, Aku hilang bentuk, remuk, Akutak bisa berpaling. Analisis unsur intrinsik “aku” karya chairil anwar| 623 volume 3 nomor 4, juli 2020 p – issn 2614 624x e – issn 2614 6231 analisis unsur intrinsik puisi “aku” karya chairil anwar widiyanti ningrum 1 wikanengsih 2 via nugraha3 1 3 ikip siliwangi 1widiyantiningrum23@gmail , [email protected], 3vianugraha. Didalam puisi “aku” karya Estetika Melankoli Chairil Anwar. Dalam kurun tujuh tahun masa menulis puisi (1942–1949), Chairil Anwar menulis banyak puisi murung. Puisi paling awal adalah puisi murung tentang kematian neneknya, “Nisan”; puisi paling akhir, “Aku Berada Kembali”, juga puisi murung. Menarik, misalnya, untuk mengamati trayek emotif atau progresi rasa Berdasarkan hasil analisis data yang didasarkan subjek berupa ikon, indeks, dan simbol yang ditemukan dalam puisi karya Chairil Anwar ini terdapat kombinasi yang penuh dan signifikan. Dalam kajian ini diperoleh data (1) sebagian besar teks puisi merupakan indeks, (2) sebagian kecil teks puisi merupakan ikon, dan (3) terdapat teks puisi Aku mau hidup seribu tahun lagi Dari puisi yang berjudul “AKU” ini, dapat kita ketahui bersama bahwa dalam puisi tersebut banyak menggunakan kata kiasan. Hal ini juga yang menunjukkan bagaimana tingkat intelektual dan penggunaan kata yang dimiliki oleh Chairil Anwar dalam menulis sebuah puisi. Penggunaan kata kiasan dalam Februari, 1943. Sumber: Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Analisis Puisi: Puisi "Diponegoro" karya Chairil Anwar adalah sebuah karya yang menggambarkan semangat pejuang, heroisme, dan perjuangan seorang pahlawan, yaitu Pangeran Diponegoro, yang melawan penjajahan Belanda. Dalam puisi ini, Chairil Anwar menggambarkan semangat Hadirnya suatu puisi baru ini memberikan suatu kekayaan tersendiri yang dimiliki oleh karya sastra pada masa kini. Pada kesempatan ini penulis akan mengkaji sebuah puisi Datang Dara, Hilang Dara Karya Chairil Anwar dengan menggunakan metode strukturalisme genetik dengan alasan ingin mengetahui lebih dalam tentang makna puisi tersebut. Analisis struktural meliputi, struktur fisik dan struktur batin puisi. Struktur fisik (surface structure) terdiri dari perwajahan puisi (tipografi), diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima dan irama. Sedangkan struktur batin (deep structure) terdiri dari tema (sense), rasa (feeling), nada (tone), dan amanat (intention). KTU3CcB.