Untukrafting di sungai oyo kamu akan melakukan susur sungai diluar goa dengan panjang kurang lebih 2km lebih. Jadi tunggu apalagi, ayo booking sekarang paket wisata nya. 09.00 - 12.00 : Wisata body rafting goa pindul dan sungai oyo; 12.00 - 13.00 : Perjalanan menuju kawasan wisata pantai Drini; 13.00 - 16.00 : Wisata di pantai Drini;
Buatyang menyukai liburan exploitasi alam, body rafting sungai oyo pilihan yang tepat. Aman buat anak kecil sekalipun
WisataAlam Jogja : Gua Pindul, Body Rafting Sungai Oyo, Rafting Sungai Elo, Waduksermo Kulonprogo, Kalibiru, Puncak Suroloyo, Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunung Merapi Lava Tour, Kaliurang, dll, Sunrise Bukit Situmbu, Ketep Pass Magelang, dll Pantai Indrayanti / Kukup / Sepanjang (Pantai di Bagian Timur Jogja) dan Candi Borobudur / Candi
OYOLife 3003 Wisma Handayani Syariah. Homestay. Jalan Taman Bhakti, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Wonosari, Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta, Indonesia, 55851 Penjelajahan ini menjadi momen menerangi goa untuk pertama kalinya dan memetakan sungai bawah tanah yang ada di goa tersebut. Body Rafting. Body rafting
ifyou like and love my travel and some funny videos please subscribe my channel visit my blogAlfalegro.Wordpre
AirTerjun Sri Gethuk merupakan salah satu air terjun terkenal di Yogyakarta dan berada di tepi Sungai Oyo. Dengan begitu, kamu tak hanya dapat menikmati panorama air terjun, tapi juga aliran sungai. Di sekitar air terjun ini pun terdapat beberapa wahana yang menantang adrenalin. Beberapa wahana tersebut adalah flying fox dan body rafting.
Masihdengan wisata bermain air, di Sungai Oyo anda merasakan wisata adventure dengan body rafting. Tak lupa kami akan mengajak anda menikmati makan malam dan indahnya malam kota Jogja dari Bukit Bintang. Kami akan mengantar anda ke Hotel untuk beristirahat. Hari 2 : Hutan Pinus – Pantai Parangtritis – Pusat Oleh – Oleh Bakpia
goapindul, telaga mriwis putih, body rafting sungai oyo, kerajinan blangkon dan masih banyak lainnya. Sebagai upaya mengoptimalkan pengelolaan potensi wisata yang dimiliki Desa Bejiharjo, pemerintah desa bersama masyarakat membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewa Bejo. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Bejiharjo Nomor:
BodyRafting Sungai Oya Bersama Ngadimin Jogja Istimewa. Posted on November 22, 2019 by admin. Persiapan Trip Body Rafting Sungai Oyo Gunungkidul. Posted on November 10, 2019 by admin. Bagi Anda yang bosan dengan rutinitas kantoran setiap hari, ada baiknya sesekali berlibur. Salah satu objek wisata alam penghilang rasa penat terbaik adalah
Kesanyang menyenangkan selalu ditemukan jika memilih berlibur di kota jogjakarta. 0813 9399 9985, nomor telepon goa pindul jogja, harga tiket masuk goa pindul 2020, biaya masuk gua pindul wonosari gunung kidul yogyakarta lebaran 2020, body rafting sungai oyo. Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, di dalam gua.
IiHP5sY.
Rafting sungai Oyo, Paket Wisata jogja yang satu ini sedikit menantang tetapi bukan termasuk “High Impact activity”. Yukss.. kita pelajari secara detailnya guys, awas setelah ini Anda akan ngebet untuk merasakannya. Rafting sungai oyo masih dalam satu lokasi dengan goa pindul. Tau kan, Gua pindul ini sudah cukup familiar di kalangan pecinta wisata Jogjakarta. Berlokasi di kabupaten Gunung Kidul, kabupaten yang berada di sebelah timur kota Jogjakarta. Lebih tepatnya di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul rafting sungai Oyo membutuhkan waktu setidaknya 1,5 jam – 2 jam saja. Kita akan mneyusuri sungai sepanjang kurang lebih 4 km. Saat menyusuri sepanjang sungai, kita akan disuguhkan suasana pegunungan dan pedesaaan alami khas Gunungkidul yang masih hijau. Hijaunya sawah-sawah yang membentang, bebatuan tebing, dan pegunungan karst khas Gunungkidul. Wisatawan dapat menyusuri sungai secara berkelompok menggunakan ban. Saat menyusuri sungai ini, peserta akan didampingi oleh pemandu local guide, yang telah mengerti medan. Kedalaman hanya sekitar 7-10 meter saja. Jadi wisata ini sangat aman, dan telah resmi menjadi salah satu obyek wisata andalan pemerintah saja yang ada di Sungai Oyo?Oh iya, tidak hanya pemandangan alam yang indah khas gunung dan desa saja yang bisa kita temui di sana. Ada juga air terjun bernama “air terjun pengantin” yang begitu eksotis. Di Air terjun ini, kita akan photo stopping dan istirahat sejenak dari aktifitas rafting. Air terjun pengantin ini cukup melimpah airnya dan cukup lebar sekitar 8 meter panjangnya. Debit airnya pun cukup teratur dan tidak akan kering meskipun musim kemarau. Apabila anda cukup berani untuk terjun dari ketinggian, segera turun dari sungai dan naik ke atas kemudian terjun menuju sungai oyo ini. Jadikan Air terjun pengantin sebagai view dan backround photo adventure anda. Melompat dari ketinggian dan byur….. sensasi kesenangan nya adalah seperti kita dikembalikan ke masa kanak- kanak dan asiknya main di sungai, pematang dan bukit-bukit hijau di join an adventure and nice trip? best pathner your travelling ^.^Sumber
“Mas, jadi itu dalem gak sungainya?” Perempuan berjilbab hijau lumut itu bertanya sama guide kami dalam perjalanan menuju Body Rafting di sungai Oyo, salah satu paket yang ditawarkan pengelola Desa Wisata Bejiharjo, tempat Gua Pindul bersarang’. Bener-bener deh, dari tadi ini perempuan melontarkan pertanyaan-pertanyaan gak penting yang sok ikrib, sok asik, sekaligus ngeselin. “Lumayan dalem, Mba, tapi lagi kemarau gini sih gak dalem-dalem amat.” Jawab mas-mas guide itu yang maunya disebut Bejo Satu itu. “Kalau nyebur, mati gak mas?” tanyanya lagi Ya lo aja sonoh mati sama temen-temen lo yang hobi main mercon. Samber gue dalam hati. Biasa, jiwa nyinyir keluar. “Kan nanti pakai life vest, mba.” jawab Bejo Satu dengan sabar sambil motretin pemandangan sekitar pakai kamera gue. Iya, jadi kamera gue diserahkan sama mas-mas guide nya demi mendapatkan foto-foto gue dan pemandangan di sana. They let us to enjoy the ride *bener gak nih*. “Kalau gak pakai life vest mati gak mas?” tanya si perempuan berjilbab itu lagi, sambil cekikikan. Apes banget ya nasib gue. Kalau kemana-mana pasti selalu aja ketemu orang yang kelakuannya minta digebuk pake sapu lidi. “Gak usah didengerin mas, udah mulai sinting anaknya.” HIH kan, temennya si-perempuan-berjilbab-hijau-lumut sendiri aja udah mulai seneb, gimana gue yang terpaksa’ satu rombongan sama ukhti-ukhti berisik-sok-lucu ini? *** Rasa penasaran akan kemahsyuran Gua Pindul lah yang akhirnya membawa gue berangkat seorang diri dari Jakarta ke Jogjakarta dan lanjut ke Gunung Kidul demi menjajal atraksi-atraksi yang ada di Gua Pindul dan sekitarnya. Sesampainya di Desa Bejiharjo yang menjadi pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya para wisatawan yang pengen merasakan sensasi cave tubing di Gua Pindul, gue justru langsung excited sama Body Rafting di Sungai Oyo. Kayaknya lebih pas buat para pecinta adrenalin kayak gue ini. And here i am now! Berada di Sungai Oyo yang lagi kering-keringnya karena musim kemarau. Katanya mas-mas guide nya, kalau musim penghujan, bakal lebih asik lagi. Arusnya lebih deras. Debit airnya lebih banyak dan sungainya meluap-luap, persis kayak perasaan awal-awal pacaran. Meluap-luap. Ke sana-sananya udah mulai kemarau. Duh. Curcol lagi. Sampai di starting point, gue dan rombongan ukhti-ukhti berjilbab itu kudu tidur-tidur santai di atas ban besar semok yang udah disiapin. Setelah tidur-tiduran di ban masing-masing, kami diharuskan pegangan sama tali yang mengait ban-ban itu. Biar gak kepisah. “Kalau arusnya lagi deres, kita bakalan kebawa arus, seru banget!” jelas mas Bejo Dua. Karena saat itu arusnya gak deres, bahkan bisa dibilang gak ada arus, yang terjadi adalah…. ban kami ditarik sama mas Bejo Satu dan Dua macem lagi narik-narik sapi buat dipotong. HUFT. di depan ada yang narik nih Semenit dua menit. Ban kami berjalan bergerak super lambat. Ukhti-ukhti berjilbab masih asik bergosip satu sama lain. Mas bejo satu modusin ukhti paling bontot. Mas bejo dua modusin gue. Eh, maksudnya mas bejo dua lagi nyeritain sedikit banyak tentang sungai Oyo yang bla bla bla. Sementara gue? Lagi sibuk nutupin rasa bosen sembari misuh-misuh karena lupa bawa sunblock. Neraka udah bocor sampai Jogja. Kulit gue pasti udah bukan tanned lagi, tapi gosong. 10 menit. Akhirnya gue gak sabaran dan milih nyebur aja kecipakan berenang sendiri di Sungai. Sumpah, body rafting yang ada dalam bayangan nista penuh asa di kepala gue adalah bakal ngebuat gue teriak-campur-ngikik-kegirangan. Tapi ini gak ada sama sekali. Garing. Flat kayak tivi-tivi masa kini. Malah bikin dosa gue makin gede karena nyinyirin rombongan cewe-cewe tadi dalam hati. Tapi.. tapi.. tapi… Rupanya ada surprise party di jalur body rafting ini. Ada spot buat loncat dari ketinggian 4 meter dan 7 meter ke sungai Oyo! OMYGOD! OMYGOD! Gue yang lagi kecipakan bete langsung semangat nyamperin spot-spot itu. Jiwa petualang gue udah pasti gak bakal nolak kesempatan yang bikin adrenalin naik. Dari ketinggian 4 meter di atas permukaan sungai, gue langsung loncat tanpa pikir panjang. Niat awalnya sih gue pengen salto dulu di udara, terus nyebur sungai dengan indah. Kenyataanya, gue nyebur sungai pas bagian perut duluan disambung bagian depan selangkangan. Rasanya? Mules gak kelar-kelar! *elus-elus si otong* Bukan gue tapinya kalau kapok. Gue justru makin sering naik podium 4m, loncat. Naik lagi, loncat lagi. Sampe pegel. Sampe mas Bejo dua udah males banget buat motoin gue. Selesai di podium 4m, gue segera beranjak ke podium 7m. Kali ini medannya agak lumayan susah. Gue musti manjat dikit, terus ngelewatin air terjun, dan sampailah di podium 7m. Sampai di atas, hmm… ngeliat bawah kiranya biasa aja. Cuma agak’ lebih terjal dari podium 4m. Setelah komat kamit minta restu sama alam semesta, gue mundur sedikit ke belakang, ambil ancang-ancang, lari-lari kecil secara imut dan dramatis, dan YAK!!! Gue loncat dengan kalemnya. Awalnya sih biasa aja, gue gak teriak, gengsi. Tapi… pas tiba-tiba udah di tengah-tengah udara, kok, rasanya kayak jantung gue mau lepas dan nyali gue ilang gitu aja ngeliat gue bakal jatuh dan nyebur di sungai yang gue gak ngerti dalamnya semana. Rasanya gue pengen dadah-dadah ke kamera aja. Yang terjadi saat itu, gue tiba-tiba membentuk gerakan minta ampun-campur-ngamuk-minta-kawin dan pecicilan berharap gue gak jadi kecebur. Tapi apa daya, gaya gravitasi gak memungkinkan gue buat balik lagi. Gue juga bukan Angling Dharma yang punya ilmu meringankan tubuh atau bisa berubah jadi naga jadi-jadian. Walhasil gue cuma bisa teriak AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA keras-keras dan dengan suara melengking kayak banci lagi dikejar satpol pp. But, it was AWESOME!!!!! Gue, again, mengulang manjat-lewat air terjun-loncat-teriak-nyebur berkali-kali. Sampe puas. Sampe pegel. Sampe tukang fotonya kesel. Betenya gue gara-gara cuma bobo-boboan di atas ban, ditarik-tarik guide, ukhti-ukhti berisik, dan panas terik semelet yang bikin gue makin item terobati sama loncat-loncatan yang bikin jantung berdesir. It was reaaally FUUUUNNN! *** Masih belum kelar! Baca seri ke-duanya DISINI!